Skip to main content

CERPEN



SAVETEMBER
Karya : Linda Siti Nurhasanah

Langit begitu cerah dengan biru mudanya yang pas. Awan-awan menaburkan keindahannya membentang di atas sana. Ditambah kicauan burung yang bernyanyi menghiasi alam diatas pepohonan yang hijau.
Selamat Pagi. Aku merasa terlahir lagi hari ini, Di tanggal 19 September yang ke-17 aku menemukan betapa indahnya dunia, indahnya alam, indahnya tempat yang kini ku berpijak.
Kerapuhan ku lama terbenam dalam jiwaku. Menyiratkan Senyum bahagia, namun meninggalkan luka yang nyata. Tak semudah membalik telapak tangan jika bicara tentang hati. Cinta memang abstrak dan Rasa yang begitu hebatnya.
Aku duduk bersandar pada salah satu bangku yang ada di kelas. Jam dinding yang membentuk sudut 180 derajat menunjukkan jam enam pagi. Terlalu pagi datang ke sekolah, di hari special ini aku menunggu kehadiran semua orang.Tak berapa lama kemudian, datang seseorang yang mendekatiku dan menyodorkan permen lollipop warna pelangi, Ia mengatakan tak baik menolak pemberian orang lain. Hanya ada kita berdua di dalam kelas. Orang itu bernama Gafar.
“Kau ulang tahun ya hari ini?” tanyanya.
Aku mengangguk dan tak menoleh ke arahnya. Aku memang terlihat sangat cuek dan dingin. Namun orang ini berbeda, di dekatnya saja sudah membuat jantungku berdebar kencang tak karuan.
          Gafar, dia duduk di belakang bangkuku. Badannya tinggi, kulitnya putih, wajahnya bersih, senyumnya manis, nilainya juga tinggi. Dan terlebih hobi kita sama. ah sudahlah dia hanya akan jadi angan-angan. Aku menyukainya.
          “Happy Birthday ya Lily, wish you all the best. “ Ucapnya.
          “Ok. Thanks” Jawabku singkat.
Hobi kita bermain catur, Namun aku selalu kalah olehnhya. Dan.. Entah Semuanya aneh. Semuanya rumit. Semuanya membingungkan. Perasaan ini. Cinta ini yang tak mampu kuungkapkan. Hanya gadis pengecut yang menyukai sesorang tanpa ada kejelasan, hanya memendam diam.
          Aku menghela nafas panjang. Lalu berkata “ Sebenarnya..
Ak.. akuu “ .
          “aku suka? “ balasnya.
          “aku ingin bermain catur.” Sahutku.
Mataku tiba-tiba saja berputar. Telingaku pun lebih mempertajam pendengaran. Kuharap aku salah dengar.
“Aku ingin bertanding” ulangku dengan mantapnya.
“Oh. Catur..Kalo kalah jangan nangis yaa..” balasnya dan mengeluarkan papan catur dari tasnya. Dia setiap hari selalu membawa papan catur. Dan pantas saja dia tak terkalahkan.
Di kedua sisi yang saling berhadapan dan dipisahkan oleh sebuah meja itu, dengan papan catur yang tersusun rapi dan pertandingan akan segera di mulai. Saat bermain, tak ada kata yang terlontar dari percakapan kita. Sangat sunyi..
Waktu menunjukkan pukul enam lebih lima belas menit, Tetapi di kelas hanya ada kita berdua yang sedang bermain catur. Aku bingung dan melihat sekitar kelas.
“Skak. kamu mau ga jadi pacarku?” dia berkata begitu cepatnya. Aku terkejut sangat terkejut. Bagai kerbau terkejut oleh bunyi gong.
“ Maaf. Aku gabisa. .. “
“Kenapa?”
“Gabisa nolak” ucapku dengan tersipu malu.
Dan kami pun resmi menjadi sepasang kekasih. Dan tak ada seorang pun yang tahu. Hari demi hari hubungan kita diketahui. Kita tertawa dan sifatku yang cuek dan dingin berubah menjadi ceria. Untuk kamu..Terima kasih telah membuatku bahagia





Comments

Popular posts from this blog

TEKS ANEKDOT

“S A M P A H   S E J U K” Pada suatu hari, Anniyati Linda Gian Gani dan Ryan adalah pelajar yang yang akan mengobservasi tempat di daerahnya. Saat mereka sedang menelurusi jalanan, terdapatlah tempat yang begitu INDAH. Gian                        :” Hey kawan! Lihat ada lautan sampah, INDAH sekali bukan?” Serempak               :”Hahaa.. bener tuh. “ (Mengangguk) Anni                      :”Lagi pula udaranya sejuk” (tertawa) Linda                      :”Ciptaan siapakaaaaah?” Gian                        ...